CERPEN


Nostalgia Pesantrenku
Created By : Ega Mifta Nur Syahfitri

Hari ini matahari terbit dengan anggunnya,burung-burung berkicauan bersahut-sahutan yang entah apalah artinya,dan ayam juga tak kalah heboh berkokok membangunkan manusia dari tidurnya.
Hari ini mimpiku indah sekali,sampai-sampai aku terlena dan terlambat melaksanakan solat subuh berjemaah, dan pada akhirnya aku di beri siraman rohani oleh Ustadzah Maya, Penanggung Jawab Ibadah di pondokku.
“Nafisya! temanin ana bayar UPP di Kantor Administrasi, Yuk!!!” Ajak Sofia,teman karibku.
Tanpa babibubebo, Aku langsung menghampirinya.
Sesampainya di sana, kami bertemu dengan kakak senior dua tahun di atas kami. Nama kakak itu ialah Kak Haris, aku tahu namanya semenjak acara perkemahan setahun yang lalu di Bukit Sukajadi.Entah kenapa, aku ingin sekali menjadi adik angkatnya.Maklum, salah satu kebiasaan di pondokku ialah mencari adik angkat atau abang angkat untuk kesenangan semata atau untuk pewarna hidup agar tidak monoton.
Semenjak pertemuan itu,aku mulai mencari tahu semua tentang Kak Haris.Mulai dimana kuliahnya,apa jurusannya,dimana asalnya,sampai-sampai tanggal lahirnya.Di penghujung kelas lima,teman-temanku memergokiku menyimpan fotonya dalam dompet.Akhirnya, aku terpaksa jujur dan mereka menertawaiku.
“Cieee,,,,Fisya,gak nyangka ya kamu ngefans sama Kak Haris.Ntar, kalau udah sukses jangan lupa  pajaknya ya” Kata teman-temanku sambil tertawa.
“Yang penting  doanya dulu, baru mintak pajak” Jawabku sambil tersenyum memikirkan hal tersebut.
“ Kalau masalah doa aman tuh Fisya, ntar kami bantuin kok, Kak Haris kan teman Kak Dila,bisa tuh ana kenalin ke kamu Sya” Kata salah seorang temanku.

Beberapa bulan kemudian,akhirnya aku mendapatkan nomor Kak Haris.Betapa bahagianya aku pada saat itu.Maklum, faktor tidak pernah belajar bersama lawan jenis.Setelah aku dapati nomor itu, aku langsung menelpon Kak Haris.Awalnya canggung,tapi karenaKak Haris orangnya care,aku jadi mudah berkomunikasi dengannya.Setiap bertelfonan dengannya,entah kenapa aku selalu senyum-senyum tak menentu.Mungkinkah aku jatuh hati?
                                          *********
 Beberapa bulan setelah itu,entah setan apa yang merasukiku,rasa kagumku bertambah menjadi suka. Tanpa berfikir panjang,aku langsung saja membawa barang haram ke pondok.ya,aku membawa Handphone. Aku tahu ini salah.Tapi demi menambah kedekatanku dengan Kak Haris, aku akhirnya gelap mata. Sampai akhirnya aku kepergok sama Ustazah Maya saat dia  mengajar di kelasku. 
“Siapa yang berani membawa HP ke Pondok?” Tanya Ustazah Maya kepada kami dengan tatapan mata sepertimau  memakan  orang.
Seluruh isi kelas spontan melirik kiri-kanan mencari tahu sang pelaku.sampai akhirnya,,,
“ Itu punya Nafisya Ustadzah! “ Kata Farah, teman kelasku.
Aku hanya terdiam dan meratapi apa yang akan terjadi selanjutnya.Tanpa aku duga, Ustadzah Maya langsung melemparkan HP-ku ke dinding kelas.Tamatlah sudah HP baruku.
“ sesuai peraturan pondok, bagi santriwati yang ketahuan membawa HP,barang tersebut langsung dibumihanguskan di depan si pelaku, masih berani untuk mengulangi kedua kalinnya Nafisya??”  Tanya Sazah Maya kepadaku.
“ Tidak Sazah, ini terakhir kalinya Fisya bawak ke pondok” Kataku sambil menunduk.
                                          **************
Semenjak kejadian itu,aku sakit hati dan dendam banget sama Ustazah Maya. Setiap waktu solat tiba, aku tidak pernah mau untuk solat di masjid. Tempat rahasiaku kali ini ialah...di belakang lemari. Setiap melaksanakan solat, aku selalu mengancam adik kelasku untuk tidak mengadukannya ke Ustadzah.
Kebiasaaan itu terus berlanjut,sampai suatu hari adik kelasku ada yang mengadukanku ke Ustazah Maya. Ustadzah Maya lagi Ustazah Maya lagi. Dan sampailah aku disini,di atas kursi dan mengenakan jilbab pelanggaran berwarna oren,dan satu lagi sebuah papan tulis dengan tulisan “ DONT FOLLOW ME,I NEVER OBEY THE RULE”.
                                          **********
Beberapa bulan setelah  kejadian itu,entah kenapa hatiku masih batu. Aku masih ingin melanggar perauran pondok. Bagiku melanggar itu menyenangkan. Karena dengan itu rasa bosanku di pondok hilang hilang entah kemana.
Hari ini jadwalku Bapenta( Bagian Penerimaan Tamu). Teman-temanku satu persatu sudah mulai menitip siomay padaku. Awalnya aku enggan. Cuma karena diiming-imingi aku pelitlah,tolonglah Sya,sekali ja Sya,lapeer Sya,kami traktir deh, akhirnya aku mau, mumpung gratis.
Setelah tugasku selesai,aku berjalan menuju tukang siomay,satu langkah menuju pak siomay, tiba-tiba....
“Fisya, mau kemana kamu?” KataUstazah Maya sambil menaikkan alisnya.
“Eh Sazah Maya, Fisya mau belik pembalut buat teman-teman, Sazah” Jawabku santai dan watados.
“Kenapa tidak di koperasi saja?” Tanya Sazah Maya padaku.
“Habis Sazah”Jawabku denga raut wajah menyakinkan.
“Kamu tidak berbohong kan Fisya?” Tanya Ustazah Maya penuh curiga.
“Untuk apa ana bohong Sazah” jawabku menyakinkan Sazah tersebut.
“Ya sudah, Sazah kasih kamu waktu sepuluh menit,cepat ya Fisya!!”
“ Syukron Sazah “ Kataku sambil berlari menuju tukang siomay.
“ Sazah sazah,dikibulin sama Fisya kok mau-mau aja sih “Kataku bangga karena sukses membeli siomay.
Sepuluh menit berlalu, siomay sudah tertenteng ditanganku. Aku langsung berlari ke kamar sekencang mungkin,biasa... supaya tidak ketahuan Sazah Maya.
“ Tada! Siomay datang!” Kataku dengan senyum sumringah.
Mereka pun langsung berlari menghampiriku.
“ Ya ampun! Kayak pembagian sembako aja” Kataku sambil cekikan.
“ Biasa kali Sya, namanya jugak anak pondok,ngomong-ngomong makasih ya Sya” Kata teman-temankudengan raut wajah senang.
“Gak papa , ya udah aku tidur dulu ya” Kataku sambil berlalu ke pulau kapuk, ah senangya.
Keesokan harinya,,,,,
“ Sya, kamu di panggil sama sazah Maya tuh di kantor pengasuhan” Kata Salsa salah satu teman seangkatanku. 
“ Makasih Sal, ntar aku pergi “ Jawabku sambil menggerutu. Duh apaan lagi sih, peraasan kemaren aman-aman aja aku cabutnya.
Tok tok tok,,,
“ Assalamualaikum Sazah “ kkataku sopan.
“ Waaalikumsalam, masuk Sya”
“ Ada apa ya Sazah ? “ tanyaku dengan polosnya.
“ Fisya,sekarang Sazah tanya  sama kamu,kemaren kamu izin keluar Cuma untuk membeli pembalut, kan ?” Tanya Sazah Maya padaku.
“ Iya Sazah ,emangnya kenapa Sazah ? “ Tanyaku kembali dengan polosnya.
“ sekarang jujur, kamu pengen hukuman yang berat atau yang ringan , Sya ?”
“ Maksud Sazah apa ya?”
“Fisya, jangan kamu kira sazah tidak tahu apa yang kamu kerjakan ,Sazah sengaja percaya sama kamu kemaren, kamu tahu sazah ngintipin kamu dari kantor pengasuhan. Sekarang kamu jujur , kemaren kamu bohong kan sama Sazah??? Tanya Sazah mengintrogasiku.
Matilah aku, kok aku ceroboh gitu sih sampe-sampe mudah banget percaya.
“Iya Sazah Fisya bohongin Sazah kemren” Akhirnya aku jujur juga.
“ Pintar,berani kamu ya berbohong,kamu itu sudah kelas lima, satu tahun lagi  tamat. Gak bisa kamu bersabar  sampai kamu tamat? “ Tanya Sazah Maya padaku.
“ Afwan Sazah,imim terakhir kalinya ana bohongin Sazah, tolong maafin Fisya Sazah “ Kataku setengah tulus.
“ Baiklah Fisya, sekarang ambil kursi, dan letakkkan di tengah lapangan utama, berdiri disaana sampai Sazah manggil kamu,sekarang Fisya!!!” Titah Sazah padaku.
Aku mempersiapkan apa yang di perintahkan oleh Sazah padaku.satu jam aku berdiri, baatng hidung Sazah Maya tidak juga muncul –muncul.
“Duh manasih tu orang,dia kira au gak capek ngerjain ni hukuman “ Kesalku.
Tiga puluh menit  berlalu, akhirnya aku selesai jugak menyelesaikan hukuman tersebut.
                                          **********
Hari demi hari berlalu,entah angin dari mana semenjak kejadian di pajang kemaren aku tobat, yang awalnya aku selalu terlambat ke mesjid, sekarang justru akulah yang pertamaa ke mesjid.yang dulunya sering berkata yang tidak baik, eh sekarang malah sering ngucap istigfar.
Tak terasa, ujian akhir KMI di depan mata. Aku makin semangat belajar karena nilai tertinggi di angkatan ku nanti akan di berikan beasiswa ke Turki. Allah bantu Nafisya.
Hari yang ditunggu pun tiba,sekarang acara perpisahan kami. Alangkah bangganya diriku ketika namakulah yang  disebutkan sebagai nilai terbaik tahun ini.
“ selamat ya Sya, jangan lupa ntar kalau dah samapai disana, buatin salam Turki buat kami kami ya”
“ Aman tuh, untuk kalian apa yang enggak” Kataku cekikan
“ Fisya emang yang terbaik “ Kata teman-temanku sambil memelukku.
“ nanti kalau kalian udah pada sukses jangan lupain Fisya ya, ingat- ingat dulu Fisya nih pernah jadi mantan pelanggar”
“Selalu Fis, oh iya gimana hubungan kamu sama Kak haris ??”
“ oh.... itu,Kak Haris ngedukung ana kok ke Turki, katanya ntar kalau kita jodoh insyaallah kita akan dipertemukan kelak. Dimanapun kita berada,seberapa jauh pun jaraj yang membentang kita ,kalau jodoh dia akan kembali kepada kita.” Kataku dengan senyuman dan sebuah harapan.
“ cie,,,,ternyata Kak Haris tuh romantis ya kata-katanya,,,besok ya Sya, kalau seandainya kamu berjodoh sama Kak Haris kami semua janji akan datang ke pesta pernikahan kamu ,terlu kami bawakin kamu hadiah lima buah spring bad”
“ janji ya,,,awas kalo gak datang besok” Kataku dengan tersenyum.
“cie,,,,kayaknya kamu berharap banget nih nikah sama Kak Haris”
“ Apaan sih, gak ah, siapaa tau besok nih ana dapatin cowok yang lebih baik dari Kak Haris”
“ Ya lah Sya” Kata teman-temanku mengalah.
Tiba-tiba,,,,
Nafisya!!!!!!
Pangggil seseorang dari kejauhan. Dia pun langsung menghampiriku sambil membawa sebuket mawar merah.
“ Kak Haris” Kataku terheran-heran. Bagaimana tidak heran, kemaren katanya dia tidak bisa datang dan sekarang,,,,
“ selamat ya Sya,,,Kakak sengaja bilang gak bisa datang,Kakak cuman pengen ngasih kamu kejutsn ajja” Kataya sambil menyerngir lebar.
“ jahat banget sih, Kak.”
“ Ehem kita duluan ya, kayaknya ganggu nih kaminya” Kata teman-temanku sambil berlari mengejek kami.
“Yah kita ditinggalin Kak, dosa kalau cuman bedua aja, kita kan bukan mahram Kak.”
“ Iya-iya, ya udah Kakak gak bisa lama-lama ,Kakak pulang ya ,jaga diri baik-baik Sya,satu lagi jaga hati kamu buat Kakak ya”
“ Apaan sih Kak,jodoh itu rahasia Allah, besok kalau kakak dah dapat yang lebih baik dari Fisya lamar aja kak,begitupun Fisya.”
“ Yalah calon Sazah”Kata Kak Haris meeldekku.
“semoga kita  berjodoh ya, Sya”
Kak Haris pun pergi meninggalkan ku. Allah hari ini Fisya senang banget. Terima kasih atas nikmat yang telaah engkau berikan dan juga hidayah-mu kepadaku ya Allah.
Hari ini aku mendaaptkan sebuah pelajarsan berharga. Iklas adalah salah satu kunci supaya kita bisa sukses, jangan lupa istiqomah, karena dengan istiqomah kita  juga bisa mencapai keinginan kita.intinya  Cuma satu ,segala sesuatu itu itu harus dilakukan dengan keiklasan dan jangan lupa BISMILLAH


















Komentar